Pages - Menu

Monday, 1 December 2014

Pribadi Asing



Aku adalah orang yang asing di dunia ini. Di gubuku ini yang terasing  ini terdapat setumpuk sepi yang penuh amarah dan sunyi yang menyakitakan. Namun, itu membuatku berfikir mengenai kampung impian yang tak kukenal. orang-orang mengasingkan mimpiku dan saksikan dengan mata kepalaku sendiri. 
Aku adalah orang asing bagi keluarga dari sahabat-sahabatku. Jika aku tersua salah satu ”sipakah itu ? bagaimana aku mengenalmu? hubungan apa yang mengikatku dengannya? Bagaiman aku berhubungan denganya dan kenapa pula aku berhubungan dengannya?”
Aku adalah orang asing bagi jiwaku. Apabila kudengar lidahku bertutur, telingaku kaget mendengar suaraku, dan aku saksikan dengan mata kepalaku sendiri, hakikat tertawa dan menangis tersedu-sedu, antara berani dan takut. Kehidupanku trcengang dengan keberadaanku dan jiwaku senantiasa mencari arti sejati. Tapi aku tetap tersembunyi, terkunci, terbendung kabut, terselubungi kesunyian.
Aku adalah orang asing bagi tubuhku. Bila aku berhenti di depan cermin, makhluk yang tak kukenal. kusaksikan

Kapankah Engkau Hapus Airmataku?

Ayahku, dengarkanlah keluh kesahku yang ingin aku sampaikan kepadamu, problema-problema hidup yang ingin aku tuangkan kehadapanmu, Sesungguhnya wahai ayah, problema hidupku adalah engkau! ya engkaulah masalah dalam hidupku!
Ayah rumah yang engkau bangun memanggilmu, anak-anak yang engkau lupakan mencari-carimu agar ia bisa dekat denganmu agar dia bisa bercengkerama merasakan kasih sayangmu.
Usaha dan pekerjaanmu, peniagaan-perniagaanmu, sodara dan karib kerabatmu, semua itu adalah musuh bebuyutanku karena mereka telah menjauhkanmu dari diriku sekalipun aku tahu engkau tidak melakukan itu melainkan demi kebaikan aku dan sodara-sodaraku.
Ayah, sesungguhnya Rabbmu memiliki hak yang harus engkau tunaikan, istrimu dan anak-anakmu memiliki hak, maka tunaikanlah hak itu kepada orang yang memiliknya, alangkah besar dosa orang-orang yang menyia-nyiakan orang-orang yang berada didalam ayomannya.
ayahku, aku berangan-angan meletakkan kepalaku didadamu, aku bermimpi menyampaikan keluh kesah dan kesedihan kepadamu menempelkan wajahku diantara jari jemarimu mengungkapkan isi hati kecintaan dan kerinduanku kepadamu, aku ingin engkau bermain denganku wahai ayah, aku ingin engkau mengajarkanku mendidikku, aku ingin engkau merasakan bahwa engkau bersamaku ada untukku dan aku ingin engkau hidup denganku, kemanakah engkau wahai ayah?
Ayahku, beri kesempatan aku untuk berterimakasih mengucapkan syukur atas pengorbanan yang engkau berikan untukku jerih payah dan keringat yang engkau teteskan untuk kebahagiaanku, engkau telah bekerja keras menyediakan makan minum pakaian dan tempat tinggal, engkau telah meletakkan aku disebaik-baik rumah, semua itu engkau lakukan untuk anak-anakmu. akan tetapi wahai ayah, aku melihat engkau melupakan sisi yang penting bahkan teramat penting dalam kehidupanku, engkau melalaikan sisi ruh, hati dan keimananku padahal semua ini makananya adalah ketaatan bekalnya adalah taqwa dan yang membangkitkan nyalanya adalah ibadah serta amal shalih. wahai ayah apakah engkau telah menunaikan itu semua sebagaimana engkau menunaikan hak-hak jasadku, kapan engkau menggandengku mengajakku menghadiri salah satu kajian2 islam yang menambah bekal dan perbendaharaan ilmu dan amalku, kapan engkau wahai ayah suatu hari memberikan kaset2 islam yang berfaedah yang memenuhi waktuku dan memperbanyak kebaikan2ku, kapan engkau menghadiahkan kepadaku satu buku agama yang menjadi penerang membimbing langkahku diatas jalan ini, di tengah zaman yang gelap gulita dengan syahwat dan subuhat, kapan engkau wahai ayah menempelkan ujung telapak kakimu dengan telapak kakiku berdiri bersama di shaf shalat berjamaah dibelakang imam. Tidakkah engkau mendengar  Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, kamilah yang memberi rezki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (Qs Thohaa: 132).
Di rumah-rumah yang diizinkan Allah untuk ditinggikan dan disebut didalamnya asma-Nya, bertasbih kepada-Nya didalamnya diwaktu pagi dan petang. Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli dari mengingat Allah dan mendirikan shalat dan membayar zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang qalb dan penglihatan mereka menjadi guncang.” (Q.S. An-Nuur : 36-37)
Ayah, kapan engkau membimbingku untuk menghafal al Quran, kapan engkau mengajarkanku sunnah, kapan engkau mengajarkanku tentang agama ini bukankah Rasulullah Saw bersabda:
Kalian semua adalah pemimpin dan kalian semua akan bertanggung jawab terhadap apa yang kalian pimpin (HR. Bukhari, Muslim melalui Ibnu Umar r.a)
Wahai ayah pernahkah engkau suatu hari melihat perahu kecil terombang-ambing dihantam oleh gelombang lautan dengan penuh kecongkakan dan kesombongannya? pernahkah engkau melihat bunga yang mekar dengan kelamahanya berusaha menghadang tiupan badai, pernahkah engkau melihat seekor burung yang lemah patah sayapnya dikejar2 oleh binatang buas? wahai ayah sesungguhnya aku lebih lemah dari itu semua menghadapi fitnah2 syahwat serta subuhat yang aku hadapi setiap siang dan malam, mataku tidak melihat kecuali sesuatu yang menyihirnya , telingaku tidak mendengar kecuali sesuatu syang memekakkanya, anggota tubuhku tidak merasakan kecuali sesuatu yang menipudayanya hatiku hanya merasakan segala sesuatu yang menfitnahnya akalku hanya menangkap dan memahami sesuatu yang menyesatkanya, engkau wahai ayah telah menciptakan suasana maksiat dan mengelilingiku dengan berbagai bentuk penyimpangan dirumah sehingga aku menghirup udara2 syahwat yang membuatku tercekik lalu keluarlah dari mata telinga serta mulutku perbuatan serta akhlaq2 tercela, ayah …….
Penulis mempersembahkan karya nich kepada orang yang udah bisa merebut hati sang penulis. Penulis juga berterimakasih atas dukunganya sehingga penulis bisa membuat karya ini. Dan kepada semuaya penulis menghimbau bahwa peranan ayah itu sangat penting di dalam keluarga maka dari itu bertanggung jawablah kepada keluarga mu. Dan juga bagi anak, hormatilah / hargailah hasil kerja ayah karma dia udah berusaha untuk jadi yang lebih baik. Tetep semangat……..!!!!

Wednesday, 28 May 2014

islam pada masa khulafaur rosyidin




I.                   Latar belakang
Nabi Muhammad SAW wafat pada tanggal 12 Rabiulawal tahun 11 H atau tanggal 8 Juni 632 M. Sesaat setelah beliau wafat, situasi di kalangan umat Islam sempat kacau. Hal ini disebabkan Nabi Muhammad SAW tidak menunjuk calon penggantinya secara pasti. Dua kelompok yang merasa paling berhak untuk dicalonkan sebagai pengganti Nabi Muhammad SAW adalah kaum Muhajirin dan Anshar.
Terdapat perbedaan pendapat antara Kaum Muhajirin dan Anshar karena kaum Muhajirin mengusulkan Abu Bakar as Shiddiq, sedangkan kaum Anshar mengusulkan Sa’ad bin Ubadah sebagai pengganti nabi Muhammad SAW.
Perbedaan pendapat antara dua kelompok tersebut akhirnya dapat diselesaikan secara damai setelah Umar bin Khatab mengemukakan pendapatnya. Selanjutnya, Umar menegaskan bahwa yang paling berhak memegang pimpinan sepeninggal Rasulullah adalah orang-orang Quraisy. Alasan tersebut dapat diterima oleh kedua belah pihak.

II.                Rumusan Masalah
1.      Bagaimana keadaan islam pada masa khulafaur rosyidin?
2.      Bagaimana keadaan politik bangsa Arab pada masa kholifa ali bin abi tholib sampai bani umayah?